Minggu, 12 November 2017

PERSEDIAAN
·         Pengertian persedian:
Persediaan adalah sejumlah barang jadi, bahan baku, dan barang dalam proses yang dimiliki perusahaan dengan tujuan untuk dijual atau diproses lebih lanjut.
·         Jenis-jenis persediaan
1.      Persediaan bahan baku
Merupakan persediaan dari barang-barang yang dibutuhkan untuk proses produksi. Barang ini bisa diperoleh dari sumber-sumber alam, atau dibeli dari supplier yang menghasilkan barang tersebut.
2.      Persediaan bagian produk
Merupakan persediaan barang-barang yang terdiri dari parts yang diterima dari perusahaan lain, yang secara langsung diassembling dengan parts lain tanpa melalui proses produksi.
3.      Persediaan bahan-bahan pembantu
Merupakan persediaan barang-barang yang diperlukan dalam proses produksi untuk membantu kelancaran produksi, tetapi tidak merupakan bagian dari barang jadi.
4.      Persediaan barang setengah jadi
Merupakan barang-barang yang belum berupa barang jadi, akan tetapi masih diproses lebih lanjut sehingga menjadi barang jadi.
5.      Persediaan barang jadi
Merupakan barang-barang yang selesai diproses atau diolah dalam pabrik dan siap untuk disalurkan kepada distributor, pengecer, atau langsung dijual ke pelanggan.
·         fungsi-fungsi persediaan
a)      Fungsi “ Decoupling “
Fungsi penting persediaan adalah memungkinkan operasi – operasi perusahaan internal dan eksternal mempunyai kebebasan. Persediaan “ decouples” ini memungkinkan perusahaan dapat memenuhi langganan tanpa terganggu supplier.
b)      Fungsi “Economic Lot Sizing”
Melalui penyimpanan persediaan, perusahaan dapat memproduksi dan membeli sumber daya – sumber daya dalam kuantitas yang dapat mengurangi biaya per unit. Persediaan “Lot Size” ini perlu mempertimbangkan penghematan dalam hal pembelian, biaya pengangkutan per unit lebih murah
c)      Fungsi Antisipasi
Sering perusahaan menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diperkirakan dan diramalkan berdasar pengalaman atau data – data masa lalu, yaitu permintaan musiman. Dalam hal ini perusahaan dapat mengadakan persediaan musiman.
Disamping itu, perusahaan juga sering menghadapi ketidakpastian jangka waktu pengiriman dan permintaan akan barang selama periode permintaan kembali, sehingga memerlukan kuantitas persediaan ekstra yang sering disebut persediaan pengaman.
·         hal-hal yang harus dipertimbangkan
ü  struktur biaya persediaan
1.      biaya perunit
2.      biaya penyiapan pemesanan
3.      biaya pengolahan persediaan
4.      biaya resiko kerusakan dan kehilangan
5.      biaya akibat kehabisan persediaan
·         metode dalam persediaan
Metode Pencatatan
Persediaan perusahaan dicatat dan diakui sebesar harga belinya, bukan harga jualnya. Harga beli adalah harga yang tercantum di faktur pembelian.
Metode Fisik
Metode fisik atau disebut juga metode periodik adalah metode pengelolaan persediaan, di mana arus keluar masuknya barang tidak dicacat secara terinci sehingga untuk mengetahui nilai persediaan pada suatu saat tertentu harus melakukan perhitungan barang secara fisik (stock opname) di gudang.
                        ada 3 dalam metode ini yaitu:
a)      fifo (first in first out)
b)      lifo (last in first out)
c)      average (rata-rata)
Universitas Gunadarma
1EA22

(SYADELA)



Minggu, 05 November 2017

AKUNTANSI UNTUK PERUSAHAAN DAGANG
v  PENGERTIAN PERUSAHAAN DAGANG
            Perusahaan Dagang adalah perusahaan yang kegiatan usahanya membeli barang dengan tujuan menjualnya kembali tanpa memprosesnya lebih dulu.contohnya : Supermarket, Grosir, Pusat – pusat Perbelanjaan,
v  CIRI-CIRI PERUSAHAAN DAGANG
1.      Pendapatan utamanya berasal dari penjualan barang dagangan
2.      Biaya utamanya berasal dari harga pokok barang yang terjual dan biaya usaha lainnya
3.       Dalam akuntansinya terdapat akun persediaan barang
4.      Sebagai perantara antara produsen dan konsumen
5.       Antara barang yang dibeli dan barang yang dijual tidak ada perubahan
6.      Tujuan utamanya mencari laba dengan menjual barang dengan harga lebih tinggi dibanding harga belinya.
v  KARAKTERISTIK PERUSAHAAN DAGANG
a)      Macam –Macam Perusahaan Dagang
ü  Pedagang Besar (Whole Saler) adalah pedagang yang membeli barang dari  pabrik kemudian menjualnya kepada pedagang kecil.
ü  Pedagang Kecil (Retailer) adalah pedagang yang membeli barang dari pedagang besar kemudian menjualnya kepada konsumen.
b)      Kegiatan Usaha / Operasional meliputi :
– Membeli barang dagangan
– Menyimpan barang dagangan sebelum dijual
– Menjual barang dagangan
c)      Pendapatan Usaha/ Operasional
       Yang merupakan pendapatan usaha dari perusahaan dagang adalah penjualan barang dagangan, sedangkan pendapatan yang diperoleh dari luar usaha dagang disebut pendapatan diluar usaha.
d)     Beban Utama
– Harga pokok barang dagangan yang telah dijual
– Beban usaha/operasional terbagi 2 :
Ø Beban penjualan
Ø Beban umum dan administrasi
e)      Transaksi Perusahaan Dagang
– Pembelian
– Biaya angkut pembelian
– Retur pembelian dan pengurangan harga
– Potongan pembelian
– Penjualan
– Retur penjualan dan pengurangan harga
– Potongan penjualan
– Pengeluaran
– Penerimaan
– Syarat pembayaran
– Syarat penyerahan barang
f)       Syarat Penyerahan Barang
ü  FOB Shipping Point
Free Onboard Shipping Point berarti pembeli harus menangung biaya pengiriman barang dari gudang penjual kegudangnya sendiri.
ü  FOB Destination Point
Free Onboard Destination Point berarti penjual yang harus menanggung beban
ü  Cost, Freight and Insurance
Berarti penjual harus menanggung beban pengiriman dan asuransi kerugian atas barang yang di jualnya.
g)   Syarat – Syarat Pembayaran
ü  n/60 artinya pembeli hanya diberi waktu kredit selama 60 hari
ü  2/10, n/30 artinya pembeli hanya diberi waktu kredit selama 30 hari, dan bila dapat membayar paling lambat 10 hari dari tanggal jual beli akan diberi potongan 2%
ü  EOM artinya pembeli hanya diberi waktu kredit paling lambat akhir bulan
– N/5, EOM artinya pembeli diberi waktu kredit sampai 5 hari setelah akhir bulan paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya.

v  CIRI-CIRI KHAS AKUN PERUSAHAAN DAGANG
1.      AkunPembelian (D)
Terjadi karena perusahaan membeli barang dagang dengan tujuan dijual kembali. Pembelian ini dapat dilakukan dengan pembelian tunai, kredit dan sebagian pembayaran.
2.      Akun Penjualan (K)
Terjadi karena perusahaan menjual barang barang dagang yang diperoleh dari pemasok bertujuan untuk memperoleh laba.
3.      Akun Potongan Pembelian (K)
Terjadi karena penjual memberikan potongan kepada pembeli, dengan tujuan agar pembeli melunasi utangnya sebelum jatuh tempo.
4.      Akun Potongan Penjualan
Merupakan pencatatan atas potongan yang diberikan oleh penjual bertujuan agar tagihannya dapat segera dilunasi.
5.      Akun Retur Pembelian
terjadi karena pembeli mengembalikan sebagian barang yang telah dibeli atau sebagian rusak dan tidak sesuai pesanan.
6.      Akun Retur Penjualan
Terjadi karena penjual menerima kembali sebagian barang yang telah dijual karena mutunya tidak sesuai pesanan.
7.      Akun Biaya Angkut
Terjadi ketika pembeli harus membayar ongkos agar barang yang dibeli sampai kegudang pembeli.
8.      Akun Biaya Pengiriman
Terjadi karena penjual mengirim barang dari penjual sampai ditempat pembeli, karena pada saat transaksi jual beli telah dicantumkan dalam syarat penyerahan bahwa penjual menanggung ongkos kirim.
9.      Akun Persedian
Merupakan nilai persediaan barang dagang yang belum terjual pada akhir periode akuntansi.
10.  Akun Utang Dagang
Terjadi karena masih terdapat sisa pembayaran dari suatu pembelian oleh suatu perusahaan dagang.
11.  Akun Piutang Usaha
Digunakan untuk mencatat sisa-sisa harga pembelian yang dilakukan oleh pembeli atau semua sisa harga penjualan yang belum dibayarkan.
12.  Akun Harga Pokok Penjualan (HPP)
Untuk menampung harga pokok/harga beli barang yang dijual dalam suatu periode akuntansi.
13.  Akun Prive
Adalah akun yang digunakan untuk mencatat setiap pengambilan kas yang dilakukan oleh pemilik perusahaan yang sifatnya untuk keperluan pribadi.
14.  Akun Pendapatan Usaha
Digunakan untuk mencatat hasil dari penjualan perusahaan, yang berupa kas ataupun piutang
15.  Akun Persedian Barang Dagang
Digunakan untuk mencatat persediaan barang dagang awal dan akhir periode.
v  PENCATATAN TRANSAKSI PERUSAHAAN DAGANG
a)      Pembelian Barang Dagang
Pembelian barang dagang tidak dicatat di akun persediaan barang dagang, tetapi di sisi debit akun pembelian dan di sisi kredit akun utang usaha/kas.
b)     Pembayaran Beban Angkut Pembelian
Pembayaran beban angkut pembelian barang dicatat disisi debit akun beban angkut pembelian dan disisi kredit akun kas.
c)      Pengembalian Barang Yang Dibeli (Retur Pembelian)
Kadang-kadang barang yang dibeli rusak atau mutunya tidak sesuai dengan pesanan. Barang tersebut biasanya dikembalikan kepada penjual

d)     Penjualan Barang Dagang
Penjualan barang dagang dicatat di sisi debit akun kas/piutang usaha dan di sisi kredit akun penjualan.
e)      Pembayaran Beban Angkut Barang yg dijual
Pembayaran beban angkut barang yg dijual dicatat di sisi debit akun beban angkut penjualan dan sisi kredit akun kas
f)       Pengembalian barang yang dijual
Barang yang dijual ada sebagian yang dikembalikan karena rusak atau karena mutunya kurang baik.
v  SISTEM PERSEDIAAN BARANG DAGANG
1. Sistem Persediaan Periodik
2. Sistem Persediaan Permanen
v  SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN DAGANG TAHAP PENCATATAN
1.      Tahap Pencatatan
2.      Tahap Pengikhtisaran
3.      Tahap Pelaporan


·         Jurnal khusus adalah jurnal yang secara khusus digunakan untuk mencatat transaksi sejenis yang terjadi berulang-ulang.
Universitas Gunadarma
1EA22

(SYADELA)

Minggu, 29 Oktober 2017

PENYELESAIAN SIKLUS AKUNTANSI

Siklus Akuntansi adalah proses penyelesaian alur Laporan Keuangan dari menganalisa bukti transaksi sampai Jurnal Penutup.
    Siklus akuntasi berfungsi sebagai pemasti dengan menghitung jumlah nyata dari penyusutan aset dengan menggunakan metode yang tepat untuk aset tertentu.
Tujuan utama akuntansi adalah mengumpul dan melaporkan informasi keuangan suatu bisnis.

Proses Siklus Akuntansi
Siklus akuntansi dapat dikelompokkan dalam beberapa tahap antara lain;
a) Tahap pencatatan bukti transaksi
b) Tahap pengikhtisaran
c) Tahap pelaporan

Tahap pencatatan
    Suatu proses mengumpulkan dan mencatat bukti atas suatu transaksi yang telah disetujui oleh perusahaan dan disusun ke dalam buku harian atau Jurnal Umum, memindahbukukan atau postingdari jurnal umum berdasarkan kelompok akun
Tahap pengikhtisaran
    Tahap kedua adalah meringkas laporan (pengikhtisaran) yang telah kita buat tadi. Tujuan peringkasan laporan keuangan agar memudahkan kita dalam menganalisis data.
Pada tahap peringkasan ini kita harus melalui dalam beberapa step seperti berikut ini:
a. Neraca saldo
b. Jurnal penyesuaian
c. Kertas kerja
d. Jurnal penutup
e. Neraca saldo setelah penutup
Tahap pelaporan
Tahap paling akhir ialah pembuatan/perumusan laporan keuangan.
 tahap laporan akuntansi sebagai berikut :
a. Laporan laba/rugi
b. Laporan perubahan modal



Universitas Gunadarma
1EA22
(SYADELA)

PENYESUAIAN AKUNTANSI
Pengertian Jurnal Penyesuaian
Pengertian jurnal penyesuaian adalah proses penyesuaian tentang catatan atau fakta yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi.
Fungsi dan Tujuan Jurnal Penyesuaian
Fungsi jurnal penyesuaian berdasarkan informasi diatas adalah sebagai berikut:
1.     Menetapkan saldo catatan akun buku besar pada akhir periode sehingga setiap perkiraan saldo riil, khususnya perkiraan harta dan kewajiban menunjukkan jumlah yang sebenarnya.
2.     Menghitung setiap perkiraan nominal (perkiraan pendapatan dan beban) yang sebenarnya selama periode yang bersangkutan
Macam-macam Penyesuaian
pada dasarnya, jurnal penyesuaian terbagi dalam dua macam transaksi, yaitu:
1.      transaksi akrual, yaitu transaksi yang berkaitan dengan pengakuan beban atau pendapatan yang telah terjadi, namun belum dicatat ke dalam akun tertentu
2.      transaksi deferal, yaitu transaksi yang berkaitan dengan penundaan pengakuan beban atau pendapatan yang telah tercatat dalam akun tertentu, namun nilainya perlu dikoreksi kembali agar sesuai dengan kondisi sebenarnya di akhir periode.
Akun-Akun yang Perlu Disesuaikan Pada Akhir Periode Akuntansi

1.Beban dibayar di muka
2. Pendapatan diterima di muka
3. Piutang pendapatan
4. Beban yang masih harus dibayar(utang)
5. Penyusutan aktiva tetap
6.Penyusutan dengan metode garis lurus
7. Pemakaian perlengkapan
Universitas Gunadarma
1EA22
(SYADELA)
repost (post waktu itu kehapus)

Sabtu, 07 Oktober 2017

Proses pencatatan

  • Apa itu proses pencatatan? Yaitu hal yang harus dilakukan untuk membuat data penerimaan dan pemasukan.
  • Apa saja jenis dokumen transaksi?
Analisis bukti transaksi biasa disingkat dengan sebutan HUMPB yaitu HARTA, UTANG, MODAL, PENDAPATAN, BEBAN
  1. Harta : kas, piutang, peralatan
  2.  Utang: Utang usaha, Utang bank
  3. Modal : Modal Pemilik
  4. Pendapatan : Pendapatan Usaha Jasa
  5. Beban : Beban gaji, Listrik, Air, Telepon
Adapun macam-macam bukti transaksi:
  • Faktur
  • Kwitansi
  • Nota kredit
  • Nota debit
  • Cek
Tahapan proses pencatatan
  1. Jurnal  terbagi menjadi dua yaitu : jurnal umum dan jurnal khusus
  •  Jurnal umum yaitu bukti transaksi dalam periode tertentu
  •  Jurnal  khusus yaitu bukti transaksi secara berulang, adapun jenis jurnal khusus yaitu:
1.      Pembelian
2.      Penjualan
3.      Pengeluaran kas
4.      Penerimaaan kas

     2. Buku besar adalah catatan terakhir untuk mengelompokan akun yang sama kedalam buku
     3. Neraca saldo adalah pengujian bukti transaksi pada periode tertentu,yang ditulis sesuai urutan nomer akunnya.

Universitas Gunadarma
1EA22
(SYADELA)